<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7816071609454516336</id><updated>2011-11-26T01:43:36.826-08:00</updated><category term='Abdullah bin &apos;Amr bin al-&apos;Ash'/><category term='air bocoran'/><category term='Pencuri Bertakwa'/><category term='Nabi Daud a.s.'/><category term='diam'/><category term='lelucon'/><category term='az-zahra'/><category term='Silaturahmi Memperpanjang Umur'/><category term='anak nabi'/><category term='silaturahmi'/><category term='rezeki'/><category term='Meraih Surga'/><category term='Jalan Cinta Para Pejuang'/><category term='menyesal'/><category term='tersenyum'/><category term='beban orang lain'/><category term='Tetangga yang Baik'/><category term='susah'/><category term='putri keempat'/><category term='pohon persaudaraan'/><category term='lalai menunaikan ibadah'/><category term='memperpanjang umur'/><category term='Dengki'/><category term='penghuni surga'/><category term='Saya ini pencuri'/><category term='Salman Al Farisi'/><category term='Sahal bin Abdillah rahimahullah'/><category term='tri bagus rk'/><category term='malaikat Izrail'/><category term='paku'/><category term='Abu Darda’'/><category term='Bangsawan'/><category term='bisu'/><category term='air menetes'/><category term='miskin'/><title type='text'>Tri Bagus RK</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sulakhebad.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>sulakhebad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480141754294701344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-Jy793vZUEYI/TlvGlP4GZOI/AAAAAAAAABc/YC32irfXd24/s220/264369_1996436988202_1161794080_31883478_416610_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7816071609454516336.post-1575414090057363575</id><published>2011-11-26T01:13:00.000-08:00</published><updated>2011-11-26T01:14:41.519-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lelucon'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='susah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tersenyum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tri bagus rk'/><title type='text'>Cukuplah Untuk Hari Ini</title><content type='html'>Suatu sore, seorang pria bijaksana memasuki sebuah panggung dan mulai menceritakan sebuah lelucon yang membuat semua orang dalam cafe itu tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, pria itu mengulangi cerita lucunya, namun kali ini hanya beberapa yang tertawa. Itu pun, orang-orang yang kebetulan baru memasuki cafe itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lima menit kemudian pria itu kembali menceritakan lelucon yang sama, dan ternyata tidak ada satu pun orang yang tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pria ini pun tersenyum lebar, sambil berkata: "Kalau Anda semua tidak bisa tertawa berulang-ulang pada lelucon yang sama, lalu mengapa Anda terus menangis, berulang-ulang, pada masalah yang sama?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by andrie wongso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesusahan hari ini, cukuplah untuk hari ini. masih ada hari esok yang harus kita jalani. terus semangat dan jangan lupa untuk selalu mendekatkan diri pada Allah.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7816071609454516336-1575414090057363575?l=sulakhebad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulakhebad.blogspot.com/feeds/1575414090057363575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2011/11/suatu-sore-seorang-pria-bijaksana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/1575414090057363575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/1575414090057363575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2011/11/suatu-sore-seorang-pria-bijaksana.html' title='Cukuplah Untuk Hari Ini'/><author><name>sulakhebad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480141754294701344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-Jy793vZUEYI/TlvGlP4GZOI/AAAAAAAAABc/YC32irfXd24/s220/264369_1996436988202_1161794080_31883478_416610_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7816071609454516336.post-4146614391583335722</id><published>2011-09-01T10:02:00.000-07:00</published><updated>2011-11-26T01:18:01.898-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan Cinta Para Pejuang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Abu Darda’'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tri bagus rk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Salman Al Farisi'/><title type='text'>Jalan Cinta Para Pejuang</title><content type='html'>Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang&lt;br /&gt;dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil&lt;br /&gt;tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah&lt;br /&gt;pilihan dan pilahan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan&lt;br /&gt;pilahan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat&lt;br /&gt;kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki&lt;br /&gt;adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia&lt;br /&gt;berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang&lt;br /&gt;pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi&lt;br /&gt;Madinah berbicara untuknya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak&lt;br /&gt;hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abu Darda’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Subhanallaah. . wal hamdulillaah. .”, girang Abu Darda’ mendengarnya.&lt;br /&gt;Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa&lt;br /&gt;cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru&lt;br /&gt;tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya adalah Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang&lt;br /&gt;Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah&lt;br /&gt;memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang&lt;br /&gt;utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai&lt;br /&gt;beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili&lt;br /&gt;saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abud&lt;br /&gt;Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.&lt;br /&gt;”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”Menerima Anda berdua,&lt;br /&gt;shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini&lt;br /&gt;bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak&lt;br /&gt;jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.” Tuan rumah memberi&lt;br /&gt;isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan&lt;br /&gt;segala debar hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata&lt;br /&gt;sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang&lt;br /&gt;datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami&lt;br /&gt;menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Darda’ kemudian juga memiliki&lt;br /&gt;urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas sudah. Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah.&lt;br /&gt;Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya! Itu&lt;br /&gt;mengejutkan dan ironis. Tapi saya juga mengatakan indah karena satu&lt;br /&gt;alasan; reaksi Salman. Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan&lt;br /&gt;persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu&lt;br /&gt;yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran; bahwa dia memang&lt;br /&gt;belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Mari kita dengar ia&lt;br /&gt;bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan&lt;br /&gt;ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi&lt;br /&gt;pernikahan kalian!”&lt;br /&gt;???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta tak harus memiliki. Dan sejatinya kita memang tak pernah memiliki&lt;br /&gt;apapun dalam kehidupan ini. Salman mengajarkan kita untuk meraih kesadaran&lt;br /&gt;tinggi itu di tengah perasaan yang berkecamuk rumit; malu, kecewa, sedih,&lt;br /&gt;merasa salah memilih pengantar –untuk tidak mengatakan ’merasa&lt;br /&gt;dikhianati’-, merasa berada di tempat yang keliru, di negeri yang salah,&lt;br /&gt;dan seterusnya. Ini tak mudah. Dan kita yang sering merasa memiliki orang&lt;br /&gt;yang kita cintai, mari belajar pada Salman. Tentang sebuah kesadaran yang&lt;br /&gt;kadang harus kita munculkan dalam situasi yang tak mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergapan rasa memiliki terkadang sangat memabukkan..&lt;br /&gt;Rasa memiliki seringkali membawa kelalaian. Kata orang Jawa, ”Milik&lt;br /&gt;nggendhong lali”. Maka menjadi seorang manusia yang hakikatnya hamba&lt;br /&gt;adalah belajar untuk menikmati sesuatu yang bukan milik kita, sekaligus&lt;br /&gt;mempertahankan kesadaran bahwa kita hanya dipinjami. Inilah sulitnya. Tak&lt;br /&gt;seperti seorang tukang parkir yang hanya dititipi, kita diberi bekal oleh&lt;br /&gt;Allah untuk mengayakan nilai guna karuniaNya. Maka rasa memiliki kadang&lt;br /&gt;menjadi sulit ditepis..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Sumber: Jalan Cinta Para Pejuang - Salim A. Fillah]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7816071609454516336-4146614391583335722?l=sulakhebad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulakhebad.blogspot.com/feeds/4146614391583335722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2011/09/jalan-cinta-para-pejuang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/4146614391583335722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/4146614391583335722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2011/09/jalan-cinta-para-pejuang.html' title='Jalan Cinta Para Pejuang'/><author><name>sulakhebad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480141754294701344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-Jy793vZUEYI/TlvGlP4GZOI/AAAAAAAAABc/YC32irfXd24/s220/264369_1996436988202_1161794080_31883478_416610_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7816071609454516336.post-3019090513484264902</id><published>2011-08-29T11:02:00.000-07:00</published><updated>2011-11-26T01:19:25.616-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pohon persaudaraan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rezeki'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memperpanjang umur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='silaturahmi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tri bagus rk'/><title type='text'>Silaturahim: Menyiram Pohon Persaudaraan</title><content type='html'>Persaudaraan kadang seperti tingkah dahan-dahan yang ditiup angin. Walau satu pohon, tak selamanya gerak dahan seiring sejalan. Adakalanya seirama, tapi tak jarang berbenturan. Tergantung mana yang lebih kuat: keserasian batang dahan atau tiupan angin yang tak beraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indahnya persaudaraan. Sebuah anugerah Allah yang teramat mahal buat mereka yang terikat dalam keimanan. Segala kebaikan pun terlahir bersama persaudaraan. Ada tolong-menolong, terbentuknya jaringan usaha, bahkan kekuatan politik umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pernik-pernik lapangan kehidupan nyata kadang tak seindah idealita. Ada saja khilaf, salah paham, friksi, yang membuat jalan persaudaraan tidak semulus jalan tol. Ketidakharmonisan pun terjadi. Kebencian terhadap sesama saudara pun tak terhindarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muncullah kekakuan-kekakuan hubungan. Interaksi persaudaraan menjadi hambar. Sapaan cuma basa-basi. Tidak ada lagi kerinduan. Sebaliknya, ada kekecewaan dan kebencian. Suatu hal yang sulit ditemukan dalam tataran idealita persaudaraan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih repot lagi ketika disharmoni itu menular ke orang lain. Keretakan persaudaraan bukan lagi hubungan antar dua pihak, bahkan merembet. Penyebarannya bisa horisontal atau ke samping, bisa juga vertikal atau atas bawah. Para orang tua yang berseteru, anak cucu pun bisa ikut kebagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. pernah mengingatkan itu dalam sabdanya, “Cinta bisa berkelanjutan (diwariskan) dan benci pun demikian.” (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu memang bisa menjadi alat efektif peluntur kekakuan itu. Saat gesekan menghangat, perjalanan waktulah yang berfungsi sebagai pendingin. Orang menjadi lupa dengan masalah yang pernah terjadi. Ada kesadaran baru. Dan kerinduan pun menindaklanjuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau berhenti sampai di situ, bisa jadi, perdamaian cuma datang dari satu pihak. Karena belum tentu, waktu bisa menjadi solusi buat pihak lain. Kalau pun bisa, sulit memastikan bertemunya dua kesadaran dalam rentang waktu yang tidak begitu jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu ada cara lain agar kesadaran dan perdamaian bertemu dalam waktu yang sama. Dan silaturahim adalah salah satunya. Inilah cara yang paling ampuh agar kekakuan, ketidaksepahaman, kekecewaan menjadi cair. Suasana yang panas pun bisa berangsur dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nasihat yang begitu sederhana, Rasulullah saw. mengajarkan para sahabat tentang keunggulan silaturahim. Beliau saw. bersabda, “Siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah menyambung tali silaturahim.” (Muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik memang tawaran Rasul tentang manfaat silaturahim: luasnya rezeki dan umur yang panjang. Dua hal tersebut merupakan simbol kenikmatan hidup yang begitu besar. Bumi menjadi begitu luas, damai, dan nyaman. Sehingga, kehidupan pun menjadi sangat berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, tidak mudah menggerakkan hati untuk berkunjung ke orang yang pernah dibenci. Mungkin masih terngiang seperti apa sakitnya hati. Begitu berat beban batin. Berat. Terlebih ketika setan terus mengipas-ngipas bara luka lama. Saat itulah, setan memposisikan diri seseorang sebagai pihak yang patut dikunjungi. Bukan yang mengunjungi. Kalau saja bukan karena rahmat Allah, seorang mukmin bisa lupa kalau ‘izzah bukan untuk sesama mukmin. Tapi, buat orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt. “Hai orang-orang yang beriman, siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintaiNya, yang bersikap adzillah (lemah lembut) terhadap orang mukmin, yang bersikap ‘izzah (keras) terhadap orang-orang kafir….” (QS. 5: 54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, ada tiga persiapan yang mesti diambil agar silaturahim tidak terasa berat. Pertama, murnikan keinginan bersilaturahim hanya karena Allah. Ikatan hati yang terjalin antara dua mukmin adalah karena anugerah Allah. Ikatan inilah yang menembus beberapa hati yang berbeda warna menjadi satu cita dan rasa. Sebuah ikatan yang sangat mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Benar Allah dalam firman-Nya, “dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka….” (QS. Al-Anfal: 63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah selipkan maksud-maksud lain dalam silaturahim. Karena di situlah celah setan memunculkan kekecewaan. Ketika maksud itu tak tercapai, silaturahim cuma sekadar basa-basi. Silaturahim tinggallah silaturahim, tapi hawa permusuhan tetap ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, cintai saudara seiman sebagaimana mencintai diri sendiri. Inilah salah satu cara mengikis ego diri yang efektif. Ketika tekad ini terwujud, yang terpikir adalah bagaimana agar bisa memberi. Bukan meminta. Apalagi menuntut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan muncul dalam nurani yang paling dalam bagaimana bisa memberi sesuatu kepada saudara seiman. Termasuk, memberi maaf. Meminta maaf memang sulit. Dan, akan lebih sulit lagi memberi maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah yang paling sulit dalam tingkat keimanan seseorang. Rasulullah saw. bersabda, “Tidak beriman seseorang di antara kamu, sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, bayangkan kebaikan-kebaikan saudara yang akan dikunjungi, bukan sebaliknya. Kerap kebencian bisa menihilkan kebaikan orang lain. Timbangan diri menjadi tidak adil. Kebaikan yang bertahun-tahun bisa terhapus dengan kesalahan semenit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Benar Allah dalam firmanNya, “…Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa….” (QS. 5: 8 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang pernah dirugikan dari silaturahim. Kecuali, tiupan angin ego yang selalu ingin dimanjakan. Karena, ulahnya tak lagi membuat tangkai-tangkai dahan berbenturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : dakwatuna.com (Muhammad Nuh)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7816071609454516336-3019090513484264902?l=sulakhebad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulakhebad.blogspot.com/feeds/3019090513484264902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2011/08/silaturahim-menyiram-pohon-persaudaraan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/3019090513484264902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/3019090513484264902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2011/08/silaturahim-menyiram-pohon-persaudaraan.html' title='Silaturahim: Menyiram Pohon Persaudaraan'/><author><name>sulakhebad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480141754294701344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-Jy793vZUEYI/TlvGlP4GZOI/AAAAAAAAABc/YC32irfXd24/s220/264369_1996436988202_1161794080_31883478_416610_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7816071609454516336.post-1604014519848503217</id><published>2011-08-29T08:11:00.000-07:00</published><updated>2011-11-26T01:20:16.173-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menyesal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tri bagus rk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='paku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lalai menunaikan ibadah'/><title type='text'>Paku di Tiang</title><content type='html'>Beberapa ketika yang silam, ada seorang ikhwah yang mempunyai seorang anak lelaki bernama Mat. Mat membesar menjadi seorang yang lalai menunaikan suruhan agama. Meskipun telah berbuih ajakan dan nasihat,suruhan dan perintah dari ayahnya agar Mat bersembahyang, puasa dan lain-lain amal kebajikan, dia tetap meninggalkannya.Sebaliknya amal kejahatan pula yang menjadi kebiasaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;judi, botol, dan seribu satu macam jenis lagi menjadi kemaksiatan. Suatu hari ikhwah tadi memanggil anaknya dan berkata, "Mat, kau ni sangat lalai dan berbuat kemungkaran. Mulai hari ini aku akan pacakkan satu paku tiang di tengah halaman rumah kita. Setiap kali kau berbuat satu kejahatan,maka aku akan benamkan satu paku ke tiang ini. Dan setiap kali kau berbuat satu kebajikan, sebatang paku akan kucabut keluar dari tiang ini." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapanya berbuat sepertimana yang dia janjikan, dan setiap hari dia akan memukul beberapa batang paku ke tiang tersebut. Kadang-kadang sampai berpuluh paku dalam satu hari. Jarang-jarang dia mencabut keluar paku dari tiang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari bersilih ganti, beberapa purnama berlalu, dari musim hujan berganti kemarau panjang. Tahun demi tahun beredar.Tiang yang berdiri megah di halaman kini telah hampir dipenuhi dengan tusukan paku-paku dari bawah sampai ke atas. Hampir setiap permukaan tiang itu dipenuhi dengan paku-paku. Ada yang berkarat karena hujan dan panas. Setelah melihat keadaan tiang yang bersusukan dengan paku-paku yang menjijikkan pandangan mata, timbullah rasa malu. Maka dia pun berjannji untuk memperbaiki dirinya. Mulai detik itu, Mat mula sembahyang. Hari itu saja lima butir paku dicabut ayahnya dari tiang. Besoknyas sembahyang lagi ditambah dengan sunat-sunatnya.Lebih banyak lagi paku tercabut. Hari berikutnya Mat tinggalkan sisa-sisa maksiat yang melekat. Maka semakin banyaklah tercabut paku-paku tadi. Hari demi hari, semakin banyak kebaikan yang Mat lakukan dan semakin banyak maksiat yang ditinggal, hingga akhirnya hanya tinggal sebatang paku yang tinggal melekat di tiang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ayahnyapun memanggil anaknya dan berkata: "Lihatlah anakku, ini paku terakhir, dan akan aku cabutkannya keluar sekarang. Tidakkah kamu gembira?" Mat merenung pada tiang tersebut, tapi rasa gembira sebagai yang disangkakan oleh ayahnya, dia mula menangis teresak-esak. "Kenapa anakku?" tanya ayahnya, "aku menyangkakan tentunya kau gembira karena semua paku-paku tadi telah tiada."Dalam nada yang sayu Mat mengeluh, "Wahai ayahku, sungguh benar katamu, paku-paku itu telah tiada,tapi aku bersedih lubang dari paku itu tetap kekal ditiang, bersama dengan karatnya."&lt;br /&gt;teman yang dimuliakan, Dengan dosa-dosa dan kemungkaran yang seringkali diulangi hinggakan menjadi suatu kebiasaan ,kita mungkin boleh mengatasinya, atau secara beransur-ansur menghapuskannya,tapi ingatlah bahwa lubang-lubangnya akan kekal. Dari itu, bilamana kita menyedari diri ini melakukan suatu kemungkaran,ataupun sedang diambang pintu yang buruk, maka berhentilah serta-merta. Kerana setiap kali kita bergelimang dalam kemungkaran, maka kita telah membenamkan sebilah paku lagi yang akan meninggalkan parut pada jiwa kita, meskipun paku itu kita cabut kemudiannya. Apa lagi kalau kita biarkannya berkarat dalam diri ini sebelum dicabut. Lebih-lebih lagi kalau dibiarkan berkarat dan tak dicabut.Wassalam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7816071609454516336-1604014519848503217?l=sulakhebad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulakhebad.blogspot.com/feeds/1604014519848503217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2011/08/paku-di-tiang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/1604014519848503217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/1604014519848503217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2011/08/paku-di-tiang.html' title='Paku di Tiang'/><author><name>sulakhebad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480141754294701344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-Jy793vZUEYI/TlvGlP4GZOI/AAAAAAAAABc/YC32irfXd24/s220/264369_1996436988202_1161794080_31883478_416610_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7816071609454516336.post-2872875474164944565</id><published>2010-04-12T08:32:00.001-07:00</published><updated>2011-08-29T14:35:14.269-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='putri keempat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak nabi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='az-zahra'/><title type='text'>Fathimah az-Zahraa</title><content type='html'>Beliau adalah sayyidah wanita seluruh alam pada zamannya, putri keempat dari Rasululllah saw dan ibunya Ummahaatul Mukminin Khadijah binti Khuwailid. Allah menghendaki kelahiran Fathimah kurang dari lima tahun sebelum Nabi diutus, dekat peristiwa yang agung, yaitu saat orang-orang Quraisy rela menyerahkan hukum kepada Muhammad tentang perselisihan yang hebat di antara mereka untuk meletakkan Hajar Aswad setelah diadakan pembaharuan Ka'bah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw mendapat kabar gembira dengan kelahiran putrinya dan nampaklah barakah dan keberuntungan dengan kelahiran putrinya tersebut. Beliau memberikan julukan kepada Fathimah dengan "az-Zahraa" (bunga). Beliau dikunyahkan pula dengan Ummu Abiha (ibu dari ayahnya). Beliau adalah yang paling mirip dengan ayahnya Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fathimah tumbuh dan berkembang dalam rumah tangga nabawi dengan sifat yang baik, lemah lembut, dan terpuji. Dengan sifat-sifat inilah beliau tumbuh di atas kehormatan yang sempurna, jiwa yang berwibawa, cinta akan kebaikan, dan akhlak yang baik dengan mengambil teladan dari ayahnya Rasulullah saw dalam seluruh tindak-tanduknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala usia Fathimah mendekati lima tahun, mulailah suatu perubahan besar dalam kehidupan ayahnya dengan turunnya wahyu kepada beliau, sehingga Fathimah turut merasakan awal mula ujian dakwah. Beliau menyaksikan dan berdiri di samping kedua orang tuanya serta membantu keduanya dalam menghadapi setiap bahaya. Beliau juga menyaksikan serentetan tipu daya orang-orang kafir terhadap ayahnya yang agung, sehingga beliau berangan-angan seandainya saja dia mampu, maka akan ditebus dengan nyawanya untuk menjaga beliau dari gangguan orang-orang musyrik. Hanya saja ketika itu beliau masih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara penderitaan yang paling berat pada permulaan dakwah adalah pemboikotan yang kejam yang dilakukan oleh kaum musyrikin terhadap kaum muslimin bersama Bani Hasyim pada suku Abu Thalib. Sehingga, pemboikotan dan kelaparan tersebut berpengaruh kepada kesehatan beliau. Oleh karena itu, sisa umurnya yang panjang beliau alami dengan fisik yang lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi az-Zahraa' kecil keluar dari ujian pemboikotan, tiba-tiba (ibunya) Khadijah wafat yang menyebabkan jiwa beliau penuh dengan kesedihan, penderitaan, dan kesusahan. Setelah wafatnya ibunda, beliau merasakan ada tanggung jawab dan pengorbanan yang besar di hadapannya untuk membantu ayahnya yang sedang meniti jalan yang keras di jalan dakwah kepada Allah. Terlebih-lebih setelah wafatnya pamanda beliau, Abu Thalib, dan istri beliau yang setia yakni Khadijah, sehingga berlipat gandalah kesungguhan Fathimah dalam memikul beban dengan penuh kesabaran dan keteguhan mengharap pahala Allah. Beliau mendampingi sang ayah dan maju sebagai pengganti tugas-tugas ibunya. Dengan sebab itulah Fathimah diberi gelar "Ibu dari ayahnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah saw mengijinkan bagi para sahabat untuk hijrah ke Madinah, beliau menjaga rumah yang agung. Tinggal di dalamnya Ali bin Abu Thalib yang mempertaruhkan jiwanya untuk Rasulullah saw. Beliau tidur di tempat tidur Rasulullah untuk mengelabuhi orang-orang Quraisy (agar mereka menyangka, Nabi belum keluar). Selanjutanya, Ali ra menangguhkan hijrah beliau selama tiga hari di Mekah untuk mengembalikan titipan orang-orang Quraisy yang dititipkan kepada Rasullah saw yang telah berhijrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hijrahnya Ali, hanya Fathimah dan saudara wanitanya, Ummu Kultsum, yang masih tinggal di Mekah, sampai Rasulullah saw mengirimkan sahabat untuk menjemput keduanya pada tahun ketiga sebelum hijrah. Ketika itu, umur Fathimah telah mencapai 18 tahun. Beliau melihat di Madinah para Muhajirin dapat hidup tenang dan telah hilang rasa kesepian tinggal di negeri asing. Rasulullah saw mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshar, sedangkan beliau ra mengambil Ali ra sebagai saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menikahnya Rasulullah saw dengan sayyidah 'Aisyah ra, maka orang-orang utama di kalangan sahabat mencoba melamar az-Zahraa', setelah mereka pada awalnya menahan diri karena keberadaan dan tugas Fathimah di sisi Rasullah saw. Di antara sahabat yang melamar az-Zahraa' adalah Abu Bakar dan Umar, akan tetapi Nabi menolak dengan cara yang halus. Kemudian Ali bin Abu Thalib mendatangi Nabi untuk meminang Fathimah. Ali bercerita:&lt;br /&gt;"Aku ingin mendatangi Rasulullah saw untuk meminang putri beliau yaitu Fathimah. Aku berkata, 'Demi Allah aku tidak memiliki apa-apa, namun aku ingat kebaikan beliau saw, maka aku beranikan diri untuk meminangnya. Nabi saw bersabda kepadaku, 'Apakah kamu memiliki sesuatu?' Aku berkata, 'Tidak, ya Rasullah.' Kemudian beliau bertanya, 'Lalu, di manakah baju besi al-Khuthaimah yang pernah aku berikan kepadamu pada hari lalu?' 'Masih aku bawa, ya Rasullah,' jawabku. Selanjutnya Nabi saw bersabda, 'Berikanlah baju tersebut kepada Fathimah sebagai mahar'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Nisaa' Haular Rasuuli, Mahmud Mahdi al-Istanbuli dan Mushthafa Abu an-Nashr asy-Syalabi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7816071609454516336-2872875474164944565?l=sulakhebad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulakhebad.blogspot.com/feeds/2872875474164944565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2010/04/fathimah-az-zahraa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/2872875474164944565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/2872875474164944565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2010/04/fathimah-az-zahraa.html' title='Fathimah az-Zahraa'/><author><name>sulakhebad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480141754294701344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-Jy793vZUEYI/TlvGlP4GZOI/AAAAAAAAABc/YC32irfXd24/s220/264369_1996436988202_1161794080_31883478_416610_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7816071609454516336.post-5772024787747160785</id><published>2010-04-09T18:22:00.000-07:00</published><updated>2011-11-26T01:20:53.976-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='miskin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bangsawan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tri bagus rk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diam'/><title type='text'>Hikmah Diam pada Saat yang Tepat</title><content type='html'>Dikisahkan bahwa ada seorang lelaki miskin yang mencari nafkahnya hanya dengan mengumpulkan kayu bakar lalu menjualnya di pasar. Hasil yang ia dapatkan hanya cukup untuk makan. Bahkan, kadang-kadang tak mencukupi kebutuhannya. Tetapi, ia terkenal sebagai orang yang sabar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, seperti biasanya dia pergi ke hutan untuk mengumpulkan kayu bakar. Setelah cukup lama dia berhasil mengumpulkan sepikul besar kayu bakar. Ia lalu memikulnya di pundaknya sambil berjalan menuju pasar. Setibanya di pasar ternyata orang-orang sangat ramai dan agak berdesakan. Karena khawatir orang-orang akan terkena ujung kayu yang agak runcing, ia lalu berteriak, "Minggir... minggir! kayu bakar mau lewat!."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang pada minggir memberinya jalan dan agar mereka tidak terkena ujung kayu. Sementara, ia terus berteriak mengingatkan orang. Tiba-tiba lewat seorang bangsawan kaya raya di hadapannya tanpa mempedulikan peringatannya. Kontan saja ia kaget sehingga tak sempat menghindarinya. Akibatnya, ujung kayu bakarnya itu tersangkut di baju bangsawan itu dan merobeknya. Bangsawan itu langsung marah-marah kepadanya, dan tak menghiraukan keadaan si penjual kayu bakar itu. Tak puas dengan itu, ia kemudian menyeret lelaki itu ke hadapan hakim. Ia ingin menuntut ganti rugi atas kerusakan bajunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di hadapan hakim, orang kaya itu lalu menceritakan kejadiannya serta maksud kedatangannya menghadap dengan si lelaki itu. Hakim itu lalu berkata, "Mungkin ia tidak sengaja." Bangsawan itu membantah. Sementara si lelaki itu diam saja seribu bahasa. Setelah mengajukan beberapa kemungkinan yang selalu dibantah oleh bangsawan itu, akhirnya hakim mengajukan pertanyaan kepada lelaki tukang kayu bakar itu. Namun, setiap kali hakim itu bertanya, ia tak menjawab sama sekali, ia tetap diam. Setelah beberapa pertanyaan yang tak dijawab berlalu, sang hakim akhirnya berkata pada bangsawan itu, "Mungkin orang ini bisu, sehingga dia tidak bisa memperingatkanmu ketika di pasar tadi." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsawan itu agak geram mendengar perkataan hakim itu. Ia lalu berkata, "Tidak mungkin! Ia tidak bisu wahai hakim. Aku mendengarnya berteriak di pasar tadi. Tidak mungkin sekarang ia bisu!" dengan nada sedikit emosi. "Pokoknya saya tetap minta ganti," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tenang sambil tersenyum, sang hakim berkata, "Kalau engkau mendengar teriakannya, mengapa engkau tidak minggir?" Jika ia sudah memperingatkan, berarti ia tidak bersalah. Anda yang kurang memperdulikan peringatannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar keputusan hakim itu, bangsawan itu hanya bisa diam dan bingung. Ia baru menyadari ucapannya ternyata menjadi bumerang baginya. Akhirnya ia pun pergi. Dan, lelaki tukang kayu bakar itu pun pergi. Ia selamat dari tuduhan dan tuntutan bangsawan itu dengan hanya diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7816071609454516336-5772024787747160785?l=sulakhebad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulakhebad.blogspot.com/feeds/5772024787747160785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2010/04/hikmah-diam-pada-saat-yang-tepat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/5772024787747160785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/5772024787747160785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2010/04/hikmah-diam-pada-saat-yang-tepat.html' title='Hikmah Diam pada Saat yang Tepat'/><author><name>sulakhebad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480141754294701344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-Jy793vZUEYI/TlvGlP4GZOI/AAAAAAAAABc/YC32irfXd24/s220/264369_1996436988202_1161794080_31883478_416610_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7816071609454516336.post-8743392888037577976</id><published>2010-04-03T19:53:00.000-07:00</published><updated>2011-08-29T14:49:46.756-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sahal bin Abdillah rahimahullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tetangga yang Baik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='air bocoran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='air menetes'/><title type='text'>Tetangga yang Baik</title><content type='html'>Diriwayatkan dari Sahal bin Abdillah rahimahullah, bahwa dia mempunyai seorang tetangga yang merupakan orang dzimmiy (orang non-muslim yang tinggal di wilayah Islam, memiliki hak keamanan harta dan jiwa dengan membayar jizyah). Dan dari rumah orang dzimmiy itu ada kebocoran yang menimbulkan tetesan air ke rumah Sahal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari Sahal menampung air bocoran itu di dalam suatu wadah agar tidak menyebar di rumahnya. Jika telah penuh Sahal membuangnya pada malam hari agar tidak dilihat oleh orang. Keadaan itu terus berlangsung lama sampai ketika ajal sudah mendatangi Sahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tetangganya yang dzimiiy Majusi itu datang menjenguknya ketika ia sedang sakit menjelang meninggalnya. Sahal menyuruhnya masuk ke sebuah ruangan di rumahnya agar tetangganya itu melihat apa yang terjadi di dalamnya. Begitu Majusi itu masuk, ia langsung melihat adanya kebocoran dari rumahnya dan airnya menetes ke rumah Sahal. Ia paham, hal ini tentu saja mengganggu Sahal. Ia kemudian bertanya, "Apa sebenarnya yang kulihat ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahal berkata, "Hal ini sudah berlangsung lama, air menetes dari rumahmu ke rumahku ini. Dan saya menampungnya di siang hari, kemudian membuangnya pada malam hari. Kalaulah bukan karena ajalku telah tiba, dan aku takut orang lain tidak sanggup menerima keadaan ini, aku tidak akan memberitahukan hal ini kepadamu. Makanya aku melakukan hal telah kau lihat ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Majusi itu berkata: "Wahai Syekh! Engkau telah memperlakukan aku dengan toleransi tinggi seperti ini, sedangkan saya tetap saja memegang kekufuranku. Tolong julurkanlah tangan anda, inilah saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah (Asyhadu anlaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan rasulullah). Setelah itu Sahal kemudian meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7816071609454516336-8743392888037577976?l=sulakhebad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulakhebad.blogspot.com/feeds/8743392888037577976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2010/04/tetangga-yang-baik.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/8743392888037577976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/8743392888037577976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2010/04/tetangga-yang-baik.html' title='Tetangga yang Baik'/><author><name>sulakhebad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480141754294701344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-Jy793vZUEYI/TlvGlP4GZOI/AAAAAAAAABc/YC32irfXd24/s220/264369_1996436988202_1161794080_31883478_416610_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7816071609454516336.post-7520980769973950545</id><published>2009-06-05T04:23:00.000-07:00</published><updated>2011-08-29T14:52:00.472-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penghuni surga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dengki'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Meraih Surga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Abdullah bin &apos;Amr bin al-&apos;Ash'/><title type='text'>Meraih Surga dengan Meninggalkan Dengki</title><content type='html'>Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu, dia berkata, "Saat kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau berkata, 'Akan datang kepada kalian sekarang ini seorang laki-laki penghuni surga'. Tiba-tiba ada seorang laki-laki dari kaum Anshar yang datang dengan bekas air wudhu masih mengalir di jenggotnya, dan tangan kirinya memegang terompahnya." &lt;br /&gt;"Keesokan hari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan seperti perkataannya yang kemarin. Lalu muncullah laki-laki itu lagi, persis seperti kedatangannya pertama kali. Di hari ketiga Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata demikian lagi, dan kembali yang datang adalah laki-laki itu lagi persis kejadian pertama. Setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam beranjak, Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash membuntuti laki-laki itu sampai ke rumahnya. Lalu Abdullah berkata kepadanya, 'Aku telah bertengkar dengan ayahku, kemudian aku bersumpah untuk tidak mendatanginya selama tiga hari. Bila kau mengizinkan, aku ingin tinggal bersamamu selama tiga hari'. Dia menjawab, 'Ya, boleh'."&lt;br /&gt;Anas berkata, "Abdullah menceritakan bahwa ia telah menginap di tempat laki-laki itu selama tiga hari. Dia melihat orang itu sama sekali tidak bangun malam (tahajjud). Hanya saja, setiap kali dia terjaga dan menggeliat di atas ranjangnya, dia selalu membaca zikir dan takbir sampai ia bangun untuk salat subuh. Selain itu--kata Abdullah--aku tidak pernah mendengarnya berbicara kecuali yang baik-baik."&lt;br /&gt;"Setelah tiga malam berlalu dan hampir saja aku menyepelekan amalnya, aku terusik untuk bertanya, 'Wahai hamba Allah, sesungguhnya tidak pernah terjadi pertengkaran dan tak saling menyapa antara aku dan ayahku, aku hanya mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata tentang dirimu tiga kali, bahwa akan datang kepada kalian sekarang ini seorang laki-laki penghuni surga, dan sebanyak tiga kali itu kaulah yang datang. Maka, aku pun ingin bersamamu agar aku bisa melihat apakah amalanmu itu dan nanti akan aku tiru. Tetapi, ternyata kau tidak terlalu banyak beramal. Apakah sebenarnya yang membuatmu bisa mencapai apa yang disabdakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam'. Maka dia menjawab, 'Aku tidak mempunyai amal kecuali yang telah engkau lihat sendiri'.&lt;br /&gt;"Ketika aku hendak pulang, dia memanggilku, lalu berkata, 'Benar amalku hanya yang kau lihat, hanya saja aku tidak mendapati pada diriku sifat curang terhadap seorang pun dari kaum muslimin. Aku juga tidak iri pada seseorang atas karunia yang telah diberikan Allah Subhaanahu wa Ta'ala kepadanya'. Maka Abdullah bin 'Amr berkata, 'Inilah amal yang telah mengangkatmu pada derajat yang tinggi dan inilah yang berat kami lakukan'."&lt;br /&gt;Sumber: Musnad Ahmad 3/166&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7816071609454516336-7520980769973950545?l=sulakhebad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulakhebad.blogspot.com/feeds/7520980769973950545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2009/06/meraih-surga-dengan-meninggalkan-dengki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/7520980769973950545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/7520980769973950545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2009/06/meraih-surga-dengan-meninggalkan-dengki.html' title='Meraih Surga dengan Meninggalkan Dengki'/><author><name>sulakhebad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480141754294701344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-Jy793vZUEYI/TlvGlP4GZOI/AAAAAAAAABc/YC32irfXd24/s220/264369_1996436988202_1161794080_31883478_416610_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7816071609454516336.post-4763339934693788302</id><published>2009-06-05T04:22:00.000-07:00</published><updated>2011-08-29T14:54:58.395-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pencuri Bertakwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='beban orang lain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Saya ini pencuri'/><title type='text'>Pencuri Bertakwa</title><content type='html'>Ada seorang pemuda yang bertakwa, tetapi dia sangat lugu. Suatu kali dia belajar pada seorang syekh. Setelah lama menuntut ilmu, sang syekh menasihati dia dan teman-temannya: "Kalian tidak boleh menjadi beban orang lain. Sesungguhnya, seorang yang alim yang menadahkan tangannya kepada orang lain atau orang berharta, tak ada kebaikan dalam dirinya. Pergilah kalian semua dan bekerjalah dengan pekerjaan ayah kalian masing-masing. Sertakanlah selalu ketakwaan kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut." &lt;br /&gt;Maka pergilah pemuda tadi menemui ibunya seraya bertanya: "Ibu, apakah pekerjaan yang dulu dikerjakan ayahku?" Sambil bergetar ibunya menjawab, "Ayahmu sudah meninggal. Apa urusanmu dengan pekerjaan ayahmu?" Si pemuda ini terus memaksa agar diberitahu, tetapi si ibu selalu mengelak. Namun, akhirnya si ibu terpaksa angkat bicara juga, dengan nada jengkel si ibu berkata, "Ayahmu dulu seorang pencuri."&lt;br /&gt;Pemuda itu berkata, "Guruku memerintahkan kami--murid-muridnya--untuk bekerja seperti pekerjaan ayah kami masing-masing dan dengan ketakwaan kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut."&lt;br /&gt;Ibunya menyela, "Hai! apakah dalam pekerjaan mencuri ada ketakwaan?" Kemudian anaknya yang begitu polos menjawab dengan tenang, "Ya, begitu kata guruku." &lt;br /&gt;Lalu dia pergi bertanya pada orang-orang dan belajar bagaimana seorang pencuri melakukan aksinya. Sekarang ia telah mengetahui teknik mencuri. Inilah saatnya beraksi. Dia menyiapkan alat-alat mencuri, kemudian salat Isya' dan menunggu sampai orang-orang tidur. Kemudian dia mulai keluar rumah untuk menjalankan provesi ayahnya dengan penuh ketakwaan, seperti perintah gurunya. Dia mulai dengan rumah tetangganya. Saat hendak masuk ke dalam rumah itu dia ingat pesan gurunya agar selalu bertakwa. Akhirnya rumah tetangga itu ditinggalkannya. Ia lalu melewati rumah lain, dia berbisik pada dirinya, "Ini rumah anak yatim, dan Allah melarang kita makan harta anak yatim." Dia terus berjalan dan akhirnya tiba di rumah seorang pedagang kaya yang tidak ada penjaganya. Orang-orang sudah tahu bahwa pedagang ini memiliki harta yang melebihi kebutuhannya. "Haa, di sini," gumamnya. Pemuda itu segera memulai aksinya. Dia berusaha membuka pintu dengan kunci-kunci yang telah dipersiapkannya. Setelah berhasil masuk, rumah itu ternyata besar dan banyak kamarnya. Dia berkeliling di dalam rumah, sampai menemukan tempat penyimpanan harta. Dia membuka sebuah kotak, didapatinya emas, perak, dan uang tunai dalam jumlah yang banyak. Dia tergoda untuk mengambilnya. Lalu dia berkata, "Eh, jangan! Guruku berpesan agar aku selalu bertakwa. Barangkali pedagang ini belum mengeluarkan zakat hartanya. Kalau begitu, sebaiknya aku keluarkan zakatnya terlebih dahulu."&lt;br /&gt;Dia lalu mengambil buku-buk catatan yang ada di situ dan menghidupkan lentera kecil yang dibawanya. Sambil membuka lembaran buku-buku itu dia menghitung. Dia memang pandai berhitung dan punya pengalaman dalam pembukuan. Dia hitung semua harta yang ada dan memperkirakan berapa zakatnya. Kemudian dia pisahkan harta yang akan dizakatkan. Dia masih terus menghitung dan menghabiskan waktu berjam-jam. Saat menoleh, ternyata fajar telah menyingsing. Dia bicara sendiri, "Ingat takwa kepada Allah! Kau harus salat subuh dulu!" Kemudian dia keluar menuju ruang tengah, lalu berwudu di bak air untuk selanjutnya melaksanakan salat sunnah. Tiba-tiba tuan rumah itu terbangun. Dilihatnya dengan penuh keheranan, ada lentera kecil yang menyala. Dia lihat juga kotak hartanya dalam keadaan terbuka serta ada orang yang sedang melakukan salat. Istrinya bertanya, "Apa ini?" Dijawab oleh suaminya, "Demi Allah, aku juga tidak tahu." Lalu dia menghampiri si pencuri itu, "Kurang ajar, siapa kau dan ada apa ini?" Si pencuri berkata, "Salat dulu baru bicara. Ayo pergilah wuduk lalu salat berjamaah. Tuan rumahlah yang berhak menjadi imam."&lt;br /&gt;Karena khawatir pencuri itu membawa senjata, si tuan rumah menuruti kehendaknya. Tetapi--wallahu a'lam-- bagaimana dia bisa salat dengan khusyu'. Selesai salat dia bertanya, "Sekarang coba ceritakan, siapa kau dan apa urusanmu?" Dia menjawab, "Saya ini pencuri." "Lalu apa yang kau perbuat dengan buku-buku catatanku itu?" tanya tuan rumah lagi. Si pencuri menjawab, "Aku menghitung zakat yang belum kau keluarkan selama enam tahun. Sekarang aku sudah menghitungnya dan juga sudah aku pisahkan agar kau dapat memberikannya pada orang yang berhak." Hampir saja tuan rumah itu dibuat gila karena terlalu keheranan. Lalu ia berkata, "Hai, ada apa denganmu sebenarnya. Apa kau ini sudah gila?"&lt;br /&gt;Mulailah si pencuri itu bercerita dari awal sampai akhir. Setelah tuan rumah itu mendengar ceritanya dan mengetahui ketepatan serta kepandaiannya dalam menghitung, juga kejujuran kata-katanya, serta mengerti akan manfaat dan kewajiban zakat, dia pergi menemui istrinya. Mereka berdua mempunyai seorang anak gadis. Setelah keduanya berbicara, tuan rumah itu kembali menemui si pencuri, lalu berkata, "Bagaimana sekiranya kalau kau kunikahkan dengan putriku. Aku akan angkat engkau menjadi sekretaris dan juru hitungku. Kau boleh tinggal bersama ibumu di rumah ini." Ia menjawab, "Aku setuju." Di pagi harinya tuan rumah memanggil para saksi untuk acara akad nikah putrinya dengan si pemuda itu. &lt;br /&gt;Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7816071609454516336-4763339934693788302?l=sulakhebad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulakhebad.blogspot.com/feeds/4763339934693788302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2009/06/pencuri-bertakwa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/4763339934693788302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/4763339934693788302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2009/06/pencuri-bertakwa.html' title='Pencuri Bertakwa'/><author><name>sulakhebad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480141754294701344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-Jy793vZUEYI/TlvGlP4GZOI/AAAAAAAAABc/YC32irfXd24/s220/264369_1996436988202_1161794080_31883478_416610_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7816071609454516336.post-5884245175698626961</id><published>2009-05-01T04:47:00.002-07:00</published><updated>2011-08-30T06:37:40.162-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='malaikat Izrail'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Daud a.s.'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Silaturahmi Memperpanjang Umur'/><title type='text'>Silaturahmi Memperpanjang Umur</title><content type='html'>Suatu hari malaikat Izrail, malaikat pencabut nyawa, memberi tahu Nabi Daud a.s., bahwa si Fulan tinggal enam hari lagi akan dicabut nyawanya. &lt;br /&gt;Jam berganti jam, hari berganti hari. Lewatlah deadline yang disampaikan oleh Izrail tentang si Fulan itu, tetapi nyatanya si Fulan itu masih tetap saja hidup terus. Maka, bertanyalah Nabi Daud kepada Izrail perihal kejadian ini.&lt;br /&gt;"Mengapa si Fulan masih saja hidup terus, padahal engkau katakan beberapa hari yang lalu umurnya tinggal enam hari lagi, ya Izrail? Sekarang enam hari sudah berlalu sejak kau mengatakannya padaku, gerangan apakah ini?&lt;br /&gt;Izrail memberi penjelasan kepada Nabi Daud. "Sebetulnya, aku sudah akan mencabut nyawanya tepat di hari yang aku katakan padamu itu. Tetapi, kemudian Allah memerintahkan kepadaku agar menunda dulu hal itu."&lt;br /&gt;"Mengapa demikian, ya Izrail?"&lt;br /&gt;"Sejak hal itu aku katakan kepadamu, si Fulan tampak rajin menyumbang tali persaudaraan dengan sesama saudaranya yang sudah putus. Karena itu, Allah memberi tambahan umur selama 20 tahun kepadanya."&lt;br /&gt;Sumber: Mutiara Hikmah dalam 1001 Kisah, Tim Poliyama Widya Pustaka&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7816071609454516336-5884245175698626961?l=sulakhebad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulakhebad.blogspot.com/feeds/5884245175698626961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2009/05/silaturahmi-memperpanjang-umur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/5884245175698626961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/5884245175698626961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2009/05/silaturahmi-memperpanjang-umur.html' title='Silaturahmi Memperpanjang Umur'/><author><name>sulakhebad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480141754294701344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-Jy793vZUEYI/TlvGlP4GZOI/AAAAAAAAABc/YC32irfXd24/s220/264369_1996436988202_1161794080_31883478_416610_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7816071609454516336.post-7967346941971658925</id><published>2009-05-01T04:47:00.001-07:00</published><updated>2009-05-01T04:47:48.472-07:00</updated><title type='text'>Shafiyyah binti Abdul Muththalib (Bibi Rasulullah)</title><content type='html'>Beliau adalah seorang mukminah yang telah berba'iat kepada Rasulullah saw, seorang mujahidah, wanita yang sabar, ahli sya'ir yang mulia, Shafiyyah binti Abdul Muththalib bin Hisyam bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab al-Qurasyiyah al-Hasyimiyah. Beliau adalah bibi Rasulullah saw, saudari dari singa Allah Hamzah bin Abdul Muththalib. Beliau juga seorang ibu dari sahabat agung, yaitu Zubair bin Awwam.&lt;br /&gt;Shafiyyah ra tumbuh di rumah Abdul Muththalib, pemuka Quraisy dan orang yang memiliki kedudukan yang tinggi, terpandang, dan mulia. Dialah yang dipercaya untuk mengurus pendatang yang berhaji.&lt;br /&gt;Seluruh aktifitas tersebut membekas pada diri Shafiyyah ra, sehingga membentuk kepribadian beliau yang kuat. Beliau adalah seorang wanita yang fasih lisannya dan ahli bahasa. Seorang cendekiawan dan penunggang kuda yang pemberani. Beliau ra termasuk wanita yang awal dalam mengimani putra saudaranya yang jujur dan terpercaya yaitu Muhammad saw, dan bagus keislamannya. Beliau berhijrah bersama putranya yang bernama Zubeir bin Awwam untuk menjaga keislamannya.&lt;br /&gt;Shafiyyah ra menyaksikan tersebarnya Islam dan turut andil dalam menyebarkannya. Sungguh jihad merupakan darah dagingnya. Oleh karena itu, beliau tidak menyia-nyiakan kesempatan pada hari Uhud menjadi pelopor bagi para wanita yang ikut keluar untuk membantu para mujahidin dan mengorbankan semangat mereka untuk bertempur, disamping beliau juga mengobati mujahidin yang luka-luka di antara mereka.&lt;br /&gt;Tatkala takdir Allah menghendaki kaum muslimin terpukul mundur karena pasukan pemanah menyalahi perintah Rasul saw sebagai panglima, maka banyak pasukan yang berpencar dari Rasullah saw. Namun, Shafiyyah tetap berdiri dengan berani, sedangkan di tangannya menggenggam tongkat dan beliau pukul wajah orang-orang yang mudurdari peperangan seraya berkata, "Kalian hendak meninggalkan Rasulullah saw?"&lt;br /&gt;Manakala Shafiyyah mengetahui kesyahidan saudaranya, Hamzah bin Abdul Muththalib ra, yang dijuluki singa Allah yang dibunuh dengan sadis, maka Shafiyyah memberikan teladan yang agung bagi kita dalam hal kesabaran, ketabahan, dan ketegaran. Beliau sendiri mengisahkan kepada kita apa yang beliau saksikan, beliau berkata:&lt;br /&gt;"Pada hari terbunuhnya Hamzah, Zubeir menemuiku dan berkata, 'Wahai ibunda, sesungguhnya Rasulullah saw menyuruh anda agar kembali'. Beliau menjawab, 'Mengapa? Sungguh telah sampai kepadaku tentang dicincangnya saudaraku, namun dia syahid karena Allah, kami sangat ridha dengan apa yang telah terjadi, sungguh aku akan bersabar dan tabah insya Allah. Setelah Zubeir ra memberitahukan kepada Rasulullah saw tentang komentarku beliau bersabda, 'Berilah jalan baginya...!' Maka aku mendapatkan Hamzah dan tatkala aku melihatnya aku berkata, 'Inna Lillahi wa inna ilaihi Raji'un, kemudian aku mohonkan ampun baginya, setelah itu Rasulullah saw memerintahkan untuk menguburkannya'."&lt;br /&gt;Gambaran lain dari Shafiyyah sang mujahidah dan penunggang kuda ini adalah tatkala terjadi Perang Khandaq saat pasukan Yahudi mencoba menyerang tempat kaum wanita ketika itu para wanita muslimah dan anak-anak berada dalam sebuah benteng. Di sana ada juga Hassan bin Tsabit ra. Tatkala ada orang Yahudi mengelilingi benteng, sedangkan kaum muslimin sedang menghadapi musuh, maka berdirilah Shafiyyah ra dan berkata kepada Hassan, "Sesungguhnya lelaki Yahudi ini menjadikan kita tidak aman, karena mereka akan mengetahui kekurangan kita, maka berdirilah dan bunuhlah ia. Kemudian, Hassan berkata, 'Semoga Allah mengampuni anda, sungguh anda mengetahui bahwa seperti itu bukanlah keahlian saya'."&lt;br /&gt;Ketika Shafiyyah mendengar jawaban Hassan, beliau langsung bangkit dan penuh semangat yang ada di jiwanya, beliau mengambil tongkat yang keras kemudian turun dari benteng. Beliau menunggu kesempatan lengahnya orang Yahudi tersebut lalu beliau memukulnya tepat pada ubun-ubun secara bertubi-tubi hingga dapat membunuhnya. Beliau memang "wanita pertama yang membunuh laki-laki". Beliau kembali ke benteng dan tersirat kegembiraan pada kedua matanya, karena mampu menghabisi musuh Allah yang berarti pula menjaga rahasia persembuyian para wanita dan kaum muslimah dari mereka. Kemudian beliau berkata kepada Hassan, "Turunlah dan lucutilah dia, sebab tiada yang menghalangi diriku untuk melucutinya melainkan karena dia seorang laki-laki." Hassan berkata: "Saya tidak berkepentingan untuk melucutinya wahai binti Abdul muththalib."&lt;br /&gt;Begitulah kaum muslimin mendapatkan kemenangan dalam perang ini dengan jiwa yang beriman dan pemberani yang tidak kenal istilah mustahil dalam meraih jalan kemenangan.&lt;br /&gt;Tatkala Perang Khaibar, Shafiyyah ra keluar bersama kaum muslimah untuk memompa semangat pasukan kaum muslimin. Mereka membuat perkemahan di medan jihad untuk mengobati pasukan yang terluka karena perang.&lt;br /&gt;Rasulullah saw merasa senang dengan peran para mujahidah sehingga mereka juga mendapatkan bagian dari rampasan perang. &lt;br /&gt;Nabi saw mencintai bibinya, Shafiyyah ra, dan memuliakan beliau serta memberikan kepada beliau bagian yang banyak. Tatkala turun ayat: "Wa andzir 'Asyiratakal aqrabin' (Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat)." (As-Syura: 214).&lt;br /&gt;Beliau bersabda, "Hai Fathimah binti Muhammad, hai Shafiyyah binti Abdul Muththalib, wahai Bani Abdul Muththalib, aku tidak kuasa menolong kalian dari siksa Allah. Mintalah kepadaku apa saja yang ada padaku."&lt;br /&gt;Shafiyyah ra mencintai Rasulullah saw sejak kecil dan mengikutinya. Beliau takjub dengan keadaan Nabi saw dan akhirnya mengimani kenabian beliau, menyertai beliau dalam peperangan, dan merasa sedih tatkala wafatnya Rasulullah saw yang beliau ungkapkan dengan sya'irnya yang indah:&lt;br /&gt;Wahai mata, tampakkanlah air mata dan janganlah tidur&lt;br /&gt;Tangisilah sebaik-baik manusia yang telah tiada&lt;br /&gt;Tangisilah al-Musthofa dengan tangisan yang sangat&lt;br /&gt;Yang masuk ke dalam hati laksana terkena pukulan&lt;br /&gt;Nyaris aku tinggalkan hidup tatkala takdir datang padanya&lt;br /&gt;Yang telah digariskan dalam kitab yang mulia&lt;br /&gt;Sungguh beliau pengasih kepada sesama hamba&lt;br /&gt;Rahmat bagi mereka dan sebaik-baik Pemberi petunjuk&lt;br /&gt;Semoga Allah meridhainya tatkala beliau hidup dan mati&lt;br /&gt;Dan membalasnya dengan Jannah pada hari yang kekal&lt;br /&gt;Shafiyyah ra hidup sepeninggal Rasulullah saw dengan penuh kewibawaan dan dimuliakan. Semua orang mengetahui keutamaan dan kedudukan beliau. Hingga tatkala beliau wafat pada zaman Khalifah Umar bin Khaththab umur beliau mencapai lebih dari 70 tahun.&lt;br /&gt;Semoga Allah merahmati Shafiyyah, sungguh beliau ibarat menara yang tinggi dalam sejarah Islam dan perjalanan hidup yang baik dalam hal pengorbanan dan jihad untuk menolong dinullah.&lt;br /&gt;Sumber: Nisaa' Haular Rasuuli, Mahmud Mahdi al-Istanbuli &amp; Musthafa Abu an-Nashr asy-Syalabi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7816071609454516336-7967346941971658925?l=sulakhebad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulakhebad.blogspot.com/feeds/7967346941971658925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2009/05/shafiyyah-binti-abdul-muththalib-bibi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/7967346941971658925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/7967346941971658925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2009/05/shafiyyah-binti-abdul-muththalib-bibi.html' title='Shafiyyah binti Abdul Muththalib (Bibi Rasulullah)'/><author><name>sulakhebad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480141754294701344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-Jy793vZUEYI/TlvGlP4GZOI/AAAAAAAAABc/YC32irfXd24/s220/264369_1996436988202_1161794080_31883478_416610_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7816071609454516336.post-7177792547425358721</id><published>2009-05-01T04:42:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T04:44:07.295-07:00</updated><title type='text'>Pohon Korma Milik Tetangga</title><content type='html'>Ada seseorang yang memiliki sebuah pohon kurma yang tumbuh subur, daunnya lebat, dan mayangnya menjuntai sampai ke rumah tetangganya yang miskin, banyak anak lagi. Tetapi, mereka hanya bisa gigit jari melihatnya. &lt;br /&gt;Setiap kali pohon korma itu berbuah, pemiliknya memetik lewat rumah tetangganya yang miskin itu. Bahkan, apabila ada buah korma yang jatuh dan dipungut oleh anak-anak si miskin itu, pemilik korma itu akan merampasnya kembali. Sampai-sampai buah korma yang sudah terlanjur di mulut pun dimintanya kembali. &lt;br /&gt;"Ini kurmaku, kamu tidak berhak memakannya," katanya.&lt;br /&gt;Melihat perlakuan si pemilik korma itu, tetangganya yang miskin itu mengadukan perihalnya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Pengaduan ini diterima oleh Nabi dan beliau berjanji akan menyelesaikannya. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam lalu menemui pemilik kurma itu seraya berkata, "Berikanlah pohon kurmamu itu kepada tetanggamu yang miskin. Sebagai gantinya, kau akan memperoleh gantinya di surga nanti."&lt;br /&gt;Pemilik kurma itu menjawab, "Cuma itu tawaranmu?" Karena sifat kikirnya, tawaran Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam itu ditolaknya. Dengan mencibirkan mulutnya, ia pergi meninggalkan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;Kebetulan pembicaraan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan pemilik kurma yang kikir itu terdengar oleh seorang dermawan. Lelaki itu lalu bergegas menghadap Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, "Apakah tawaran itu berlaku juga bagiku?" tanya lelaki itu. "Ya," jawab Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;Mendengar hal itu, lelaki itu bergegas menemui pemilik pohon kurma itu. "Tahukah engkau bahwa Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam menjadikan pohon kurma surga sebagai ganti pohon kormamu?&lt;br /&gt;"Ya, aku tahu. Tetapi, aku lebih sayang pada pohon kurmaku ini," ujar lelaki kikir itu.&lt;br /&gt;"Pohon kormamu itu buahnya sungguh lebat, dan tak satu pun pohon kurmaku seperti itu. Apakah engkau mau menjual pohon kurmamu itu?" tanya si dermawan.&lt;br /&gt;"Bisa saja, asal anda dapat memenuhi permintaanku. Aku yakin tak seorang pun sanggup memenuhinya," jawabnya.&lt;br /&gt;"Berapa yang kau inginkan?"&lt;br /&gt;"Empat puluh pohon korma."&lt;br /&gt;"Oho, engkau minta yang tak sebanding. Tapi biarlah, kupenuhi permintaanmu dengan empat puluh pohon korma. Kuminta engkau benar-benar menukarkan pohon korma itu kepadaku," kata laki-laki dermawan itu.&lt;br /&gt;Setelah selesai tukar-menukar pohon kurma, lelaki dermawan itu datang menghadap Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. &lt;br /&gt;"Wahai Rasulullah, pohon kurma itu telah menjadi milikku, kini aku menyerahkannya kepadamu," katanya.&lt;br /&gt;Kemudian, Nabi bersama lelaki dermawan itu datang kepada keluarga miskin itu. &lt;br /&gt;"Ambillah pohon kurma itu untukmu dan keluargamu," kata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;Saat itu turunlah wahyu dari Allah sebagaimana yang disebutkan dalam surat Al-Lail ayat 5-11 yang menceritakan kedudukan orang dermawan dan orang kikir serta balasannya. Allah akan mengganti apa yang diberikan oleh seseorang, dengan barang yang serupa yang berlipat ganda di akhirat. Sayang lelaki kikir itu enggan menerimanya.&lt;br /&gt;Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7816071609454516336-7177792547425358721?l=sulakhebad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulakhebad.blogspot.com/feeds/7177792547425358721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2009/05/pohon-korma-milik-tetangga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/7177792547425358721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/7177792547425358721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2009/05/pohon-korma-milik-tetangga.html' title='Pohon Korma Milik Tetangga'/><author><name>sulakhebad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480141754294701344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-Jy793vZUEYI/TlvGlP4GZOI/AAAAAAAAABc/YC32irfXd24/s220/264369_1996436988202_1161794080_31883478_416610_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7816071609454516336.post-3844845412320658611</id><published>2009-04-03T04:23:00.001-07:00</published><updated>2009-04-03T04:23:55.938-07:00</updated><title type='text'>Menunggang Kuda di Atas Air</title><content type='html'>Diriwayatkan dari Saham bin Munjab, dia berkata, "Dalam peperangan di wilayah Darain (nama tempat di sekitar Bahrain) Al-Ala bin Al-Hadhrami bersama-sama kami. Al-Ala memanjatkan tiga macam doa, dan ketiga doa itu dikabulkan oleh Allah SWT." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian, kami berjalan bersama-sama sehingga tiba di suatu tempat. Kami mencari air untuk wudu tetapi tidak mendapatkannya. Lalu, Al-Ala bin Al-Hadhrami berdiri untuk mengerjakan salat dua rakaat, kemudian berdoa, 'Ya Allah, Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Wahai Yang Mahatinggi dan Mahaagung. Sesungguhnya kami adalah hamba-hamba-Mu yang sedang dalam perjalanan untuk memerangi musuh-Mu. Turunkanlah hujan kepada kami, agar kami dapat minum dan berwudu dari najis. Jika kami telah meninggalkan tempat itu, janganlah ada seorang pun yang engkau beri jatah dari air hujan itu'." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belum jauh jarak jalan yang kami tempuh, kami tiba di sebuah sungai deras yang airnya berasal dari air hujan. Dia berkata, 'Kita berhenti di sungai ini dulu untuk minum.' Aku mengisi bejanaku, lalu aku sengaja meninggalkannya di tempat itu. Aku berkata, 'Aku akan lihat, apakah betul permohonannya dikabulkan'." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian, kami berjalan kurang lebih satu mil. Aku berkata kepada teman-temanku, 'Aku lupa, bejanaku tidak terbawa.' Aku balik lagi ke tempat itu, maka aku mendapati seolah-olah di sekitar daerah itu tidak pernah turun hujan. Selanjutnya, aku ambil bejanaku dan aku bawa serta." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah kami sampai di Darain, kami mendapati di hadapan kami terbentang sungai yang menghalangi antara kami dan pasukan musuh. Ketika itu Al-Ala memanjatkan doa lagi, 'Ya Allah, Zat Yang Mahamengetahui, Yang Mahasantun, Yang Mahaagung. Sesungguhnya kami adalah hamba-hamba-Mu, kami dalam perjalanan memerangi musuh-Mu, bukalah jalan untuk kami menuju musuh-Mu'." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak terduga kami dapat melewati sungai tersebut. Bahkan, kuda-kuda kami, satu pun, tidak basah terkena air, sehingga kami dapat berhadapan dan menyerang musuh." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah kami kembali dari peperangan, Al-Ala mengeluh sakit perut, yang membawanya meninggal dunia. Sedangkan kami tidak mendapatkan air untuk memandikan jenazahnya. Kemudian, kami kafani dengan baju yang dikenakan, lalu kami kuburkan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak berapa lama dari perjalanan kami, kami mendpaatkan mata air. Kemudian, kami saling berkata, 'Marilah kita balik ke tempat itu untuk mengeluarkan jenazah Al-Ala dan memandikannya.' Kami semua kembali, menyusuri tempat ia dimakamkan. Ternyata kami tidak mampu menemukan makamnya, dengan demikian kami gagal memandikan jenazahnya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian, ada seorang laki-laki berkata, 'Aku pernah mendengar dia berdoa kepada Allah, 'Ya Allah, Zat yang Maha Mengethui, Mahasantun, dan Mahaagung, sembunyikanlah jenazahku, jangan Engkau perlihatkan auratku keada seorang pun'." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu, kami kembali dan kami meninggalkan jasad Al-Ala yang telah dimakamkan di tempat itu." (Hilyatul Aulia, 1/7). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: 99 Kisah Orang Shalih, terjemahan dari kitab Mi'ah Qishshah min Qishashish, Muhammad bin Hamid Abdul Wahab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7816071609454516336-3844845412320658611?l=sulakhebad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulakhebad.blogspot.com/feeds/3844845412320658611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2009/04/menunggang-kuda-di-atas-air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/3844845412320658611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/3844845412320658611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2009/04/menunggang-kuda-di-atas-air.html' title='Menunggang Kuda di Atas Air'/><author><name>sulakhebad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480141754294701344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-Jy793vZUEYI/TlvGlP4GZOI/AAAAAAAAABc/YC32irfXd24/s220/264369_1996436988202_1161794080_31883478_416610_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7816071609454516336.post-4026879158626577264</id><published>2009-04-03T04:20:00.001-07:00</published><updated>2009-04-03T04:20:25.423-07:00</updated><title type='text'>Al-Bashri dan Gadis Kecil</title><content type='html'>Sore itu Hasan al-Bashri sedang duduk-duduk di teras rumahnya. Rupanya ia sedang bersantai makan angin. Tak lama setelah ia duduk bersantai, lewat jenazah dengan iring-iringan pelayat di belakangnya. Di bawah keranda jenazah yang sedang diusung berjalan gadis kecil sambil terisak-isak. Rambutnya tampak kusust dan terurai, tak beraturan. &lt;br /&gt;Al-Bashri tertarik penampilan gadis kecil tadi. Ia turun dari rumahnya dan turut dalam iring-iringan. Ia berjalan di belakang gadis kecil itu.&lt;br /&gt;Di antara tangisan gadis itu terdengar kata-kata yang menggambarkan kesedihan hatinya.&lt;br /&gt;"Ayah, baru kali ini aku mengalami peristiwa seperti ini."&lt;br /&gt;Hasan al-Bashri menyahut ucapan sang gadis kecil, "Ayahmu juga sebelumnya tak mengalami peristiwa seperti ini."&lt;br /&gt;Keesokan harinya, usai salat subuh, ketika matahari menampakkan dirinya di ufuk timur, sebagaimana biasanya Al-Bashri duduk di teras rumahnya. Sejurus kemudian, gadis kecil kemarin melintas ke arah makan ayahnya. "Gadis kecil yang bijak," gumam Al-Bashri. "Aku akan ikuti gadis kecil itu."&lt;br /&gt;Gadis kecil itu tiba di makan ayahnya. Al-Bashri bersembunyi di balik pohon, mengamati gerak-geriknya secara diam-diam. Gadis kecil itu berjongkok di pinggir gundukan tanah makam. Ia menempelkan pipinya ke atas gundukan tanah itu. Sejurus kemudian, ia meratap dengan kata-kata yang terdengar sekali oleh Al-Bashri.&lt;br /&gt;"Ayah, bagaimana keadaanmu tinggal sendirian dalam kubur yang gelap gulita tanpa pelita dan tanpa pelipur? Ayah, kemarin malam kunyalakan lampu untukmu, semalam siapa yang menyalakannya untukmu? Kemarin masih kubentangkan tikar, kini siapa yang melakukannya, Ayah? Kemarin malam aku masih memijat kaki dan tanganmu, siapa yang memijatmu semalam, Ayah? Kemarin aku yang memberimu minum, siapa yang memberimu minum tadi malam? Kemarin malam aku membalikkan badanmu dari sisi yang satu ke sisi yang lain agar engkau merasa nyaman, siapa yang melakukannya untukmu semalam, Ayah?"&lt;br /&gt;"Kemarin malam aku yang menyelimuti engkau, siapakah yang menyelimuti engkau semalm, ayah? Ayah, kemarin malam kuperhatikan wajahmu, siapakah yang memperhatikan tadi malam Ayah? Kemarin malam kau memanggilku dan aku menyahut penggilanmu, lantas siapa yang menjawab panggilanmu tadi malam Ayah? Kemarin aku suapi engkau saat kau ingin makan, siapakah yang menyuapimu semalam, Ayah? kemarin malam aku memasakkan aneka macam makanan untukmu Ayah, tadi malam siapa yang memasakkanmu?"&lt;br /&gt;Mendengar rintihan gadis kecil itu, Hasan al-Bashri tak tahan menahan tangisnya. Keluarlah ia dari tempat persembunyiannya, lalu menyambut kata-kata gadis kecil itu.&lt;br /&gt;"Hai, gadis kecil! jangan berkata seperti itu. Tetapi, ucapkanlah, "Ayah, kuhadapkan engkau ke arah kiblat, apakah kau masih seperti itu atau telah berubah, Ayah? Kami kafani engkau dengan kafan yang terbaik, masih utuhkan kain kafan itu, atau telah tercbik-cabik, Ayah? Kuletakkan engkau di dalam kubur dengan badan yang utuh, apakah masih demikian, atau cacing tanah telah menyantapmu, ayah?"&lt;br /&gt;"Ulama mengatakan bahwa hamba yang mati ditanyakan imannya. Ada yang menjawab dan ada juga yang tidak menjawab. Bagaimana dengan engkau, Ayah? Apakah engkau bisa mempertanggungjawabkan imanmu, Ayah? Ataukah, engkau tidak berdaya?"&lt;br /&gt;"Ulama mengatakan bahwa mereka yang mati akan diganti kain kafannya dengan kain kafan dari sorga atau dari neraka. Engkau mendapat kain kafan dari mana, Ayah?"&lt;br /&gt;"Ulama mengatakan bahwa kubur sebagai taman sorga atau jurang menuju neraka. Kubur kadang membelai orang mati seperti kasih ibu, atau terkadang menghimpitnya sebagai tulang-belulang berserakan. Apakah engkau dibelai atau dimarahi, Ayah?"&lt;br /&gt;"Ayah, kata ulama, orang yang dikebumikan menyesal mengapa tidak memperbanyak amal baik. Orang yang ingkar menyesal dengan tumpukan maksiatnya. Apakah engkau menyesal karena kejelekanmu ataukah karena amal baikmu yang sedikit, Ayah?"&lt;br /&gt;"Jika kupanggil, engkau selelu menyahut. Kini aku memanggilmu di atas gundukan kuburmu, lalu mengapa aku tak bisa mendengar sahutanmu, Ayah?"&lt;br /&gt;"Ayah, engkau sudah tiada. Aku sudah tidak bisa menemuimu lagi hingga hari kiamat nanti. Wahai Allah, janganlah Kau rintangi pertemuanku dengan ayahku di akhirat nanti."&lt;br /&gt;Gadis kecil itu menengok kepada Hasan al-Bashri seraya berkata, "Betapa indah ratapanmu kepada ayahku. Betapa baik bimbingan yang telah kuterima. Engkau ingatkan aku dari lelap lalai."&lt;br /&gt;Kemudian, Hasan al-Bashri dan gadis kecil itu meninggalkan makam. Mereka pulang sembari berderai tangis.&lt;br /&gt;Sumber: Mutiara Hikmah dalam 1001 Kisah, Tim Poliyama Widya Pustaka&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7816071609454516336-4026879158626577264?l=sulakhebad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulakhebad.blogspot.com/feeds/4026879158626577264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2009/04/al-bashri-dan-gadis-kecil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/4026879158626577264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/4026879158626577264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2009/04/al-bashri-dan-gadis-kecil.html' title='Al-Bashri dan Gadis Kecil'/><author><name>sulakhebad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480141754294701344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-Jy793vZUEYI/TlvGlP4GZOI/AAAAAAAAABc/YC32irfXd24/s220/264369_1996436988202_1161794080_31883478_416610_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7816071609454516336.post-1804311974293385681</id><published>2009-04-03T04:14:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T04:18:11.401-07:00</updated><title type='text'>Do'a Ibu</title><content type='html'>Seorang ahli ibadat dari Bani Israil bernama Juraij membuat tempat ibadah untuk melakukan ibadah-ibadahnya. Kemudian ibunya datang memanggilnya, "Hai Juraij!" &lt;br /&gt;Ia menjawab, "Oh Tuhan, ibuku memanggil dan kami mau shalat," lalu ia mengerjakan shalat, maka ibunya pulang.&lt;br /&gt;Kemudian keesokan harinya, ibunya datang lagi dan memanggil, "Hai Juraij." &lt;br /&gt;Ia menjawab, "Oh Tuhan, ibuku memanggil dan kami mau shalat," lalu iapun melakukan shalat dan ibunya terus pulang.&lt;br /&gt;Keesokan harinya ibu itu datang lagi dan memanggil, "Hai Juraij." &lt;br /&gt;Ia menjawab, "Oh Tuhan, ibuku datang dan kami hendak shalat, maka ibunya jengkel hingga berdo'a: &lt;br /&gt;"Jangan dimatikan anak kami ini sebelum ia melihat wajah perempuan lacur."&lt;br /&gt;Orang-orang Bani Israil menyebut-nyebut tentang Juraij dan ibadahnya, tiba-tiba seorang perempuan lacur yang terkenal akan kecantikannya berkata, "Kalau kalian mau saya sanggup menggugurkan ibadahnya Juraij."&lt;br /&gt;Kemudian perempuan itu merayu dan menggodanya, tetapi Juraij tidak memperdulikan sedikit pun hingga ia jengkel, lalu ia zina dengan seorang penggembala yang tidak jauh dari biaranya Juraij. Kemudian akhirnya ia hamil dan setelah ia melahirkan, berkata kepada orang-orang bahwa anak yang ia lahirkan adalah hasil dari hubungannya dengan Juraij. Maka orang-orang mendatangi biara Juraij dan mereka memaksanya turun, lalu dipukuli bersama-sama dan biaranya dihancurkan. &lt;br /&gt;Ia bertanya, "Mengapa kalian berbuat begitu? Apa salahku? &lt;br /&gt;Mereka menjawab, "Kamu telah berbuat zina dengan perempuan ini hingga ia melahirkan."&lt;br /&gt;Ia bertanya, "Dimanakah sekarang bayinya?" &lt;br /&gt;Maka mereka memberikan bayi itu kepadanya, lalu Juraij melakukan shalat. Kemudian dia mendekati bayi itu dan menekannya dengan jari-jarinya seraya berkata:&lt;br /&gt;"Siapakah ayahmu?"&lt;br /&gt;Tiba-tiba bayi itu menjawab, "Saya adalah anak si penggembala."&lt;br /&gt;Ketika mereka mendengarkan omongan bayi itu, mereka lalu memeluk dan menciumi Juraij seraya berkata, "Sukakah kamu bila biaramu ini kami bangun dari emas?"&lt;br /&gt;Juraij menjawab, "Tidak, kembalikan saja seperti sedia kala", kemudian mereka membangunnya.&lt;br /&gt;Sumber: 1001 Kisah Nyata, Achmad Sunarto&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7816071609454516336-1804311974293385681?l=sulakhebad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulakhebad.blogspot.com/feeds/1804311974293385681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2009/04/doa-ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/1804311974293385681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/1804311974293385681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2009/04/doa-ibu.html' title='Do&apos;a Ibu'/><author><name>sulakhebad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480141754294701344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-Jy793vZUEYI/TlvGlP4GZOI/AAAAAAAAABc/YC32irfXd24/s220/264369_1996436988202_1161794080_31883478_416610_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7816071609454516336.post-7763631488055030119</id><published>2009-03-21T04:55:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T04:56:23.841-07:00</updated><title type='text'>TAK SESULIT YANG ANDA BAYANGKAN</title><content type='html'>Di sebuah ladang terdapat sebongkah batu yang amat besar. Dan seorang petani tua selama bertahun-tahun membajak tanah yang ada di sekeliling batu besar itu. Sudah cukup banyak mata bajak yang pecah gara-gara membajak di sekitar batu itu. Padi-padi yang ditanam di sekitar batu itu pun tumbuh tidak baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini mata bajaknya pecah lagi. Ia lalu memikirkan bahwa semua kesulitan yang dialaminya disebabkan oleh batu besar ini. Lalu ia memutuskan untuk melakukan sesuatu pada batu itu. Lalu ia mengambil linggis dan mulai menggali lubang di bawah&lt;br /&gt;batu. Betapa terkejutnya ia ketika mengetahui bahwa batu itu hanya setebal sekitar 6 inchi saja. Sebenarnya batu itu bisa dengan mudah dipecahkan dengan palu biasa. Kemudian ia lalu menghancurkan batu itu sambil tersenyum gembira. Ia teringat bahwa semua kesulitan yang di alaminya selama bertahun-tahun oleh batu itu ternyata bisa diatasinya dengan mudah dan cepat. &lt;br /&gt;Renungan:                               &lt;br /&gt;Kita sering ditakuti oleh bayangan seolah permasalahan yang kita hadapi tampak besar, padahal ketika kita mau melakukan sesuatu, persoalan itu mudah sekali diatasi. Maka, atasi persoalan anda sekarang. Karena belum tentu sebesar yang anda takutkan, dan belum tentu sesulit yang anda bayangkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7816071609454516336-7763631488055030119?l=sulakhebad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulakhebad.blogspot.com/feeds/7763631488055030119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2009/03/tak-sesulit-yang-anda-bayangkan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/7763631488055030119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/7763631488055030119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2009/03/tak-sesulit-yang-anda-bayangkan.html' title='TAK SESULIT YANG ANDA BAYANGKAN'/><author><name>sulakhebad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480141754294701344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-Jy793vZUEYI/TlvGlP4GZOI/AAAAAAAAABc/YC32irfXd24/s220/264369_1996436988202_1161794080_31883478_416610_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7816071609454516336.post-8514587281654463248</id><published>2009-03-21T04:50:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T04:55:26.299-07:00</updated><title type='text'>Karena Iman</title><content type='html'>Pada zaman dahulu ada seorang raja yang mempunyai tukang sihir. Ketika tukang sihir itu telah menjadi tua, ia berkata kepada raja : "Wahai raja , saya telah tua, untuk itu kirimkanlah kepada saya seorang anak untuk mempelajari ilmu sihir agar nanti bisa menjadi pengganti saya bila saya meninggal." Lalu raja memilih anak (Ghulam) untuk mempelajari ilmu sihir, dan adalah jalan yang dilalui oleh Ghulam ke rumah tukang sihir terdapat Rahib (pendeta). Ghulam tertarik dengan Rahib itu, hingga ia duduk untuk mendengarkan ajaran-ajarannya dan ia merasa puas. Maka ia selalu terlambat untuk belajar pada tukang sihir, lalu ia dipukulinya. Kemudian ia mengadu kepada Rahib, lalu Rahib berkata: "Kalau kamu dipukul tukang sihir, katakan kepadanya bahwa kamu masih disuruh ibumu, dan kalau kamu dimarahi oleh ibumu katakan kepadanya bahwa kamu ditahan oleh tukang sihir, maka hal itu berjalan dengan baik."  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari di jalan raya terdapat ular yang sangat besar, hingga jalan menjadi macet dan orang-orang sama ketakutan, lalu Ghulam maju sambil berkata : "Hari ini saya akan mengetahui, tukang sihirkah yang lebih besar ajarannya ataukah sang Rahib, lalu ia mengambil batu dan melemparkan ular itu seraya berkata : "Ya Allah, jika ajaran Rahib yang benar daripada ajaran tukang sihir, maka matikanlah ular ini supaya orang-orang bisa berjalan dengan aman." Maka ular itupun mati dan orang-orang bisa meneruskan perjalanannya. Hal itu ia ceritakan kepada Rahib, lalu Rahib berkata : "Wahai anakku, kini kamu lebih hebat daripadaku, dan kamu akan mendapat ujian yang sangat berat, maka jika hal itu telah datang, kamu jangan sekali-kali menyebut nama saya."  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghulam mendapat karunia dari Allah hingga ia dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti buta, belang dan lain-lainnya. Salah seorang kawan raja ada yang buta dan ia telah berobat ke mana saja tetap belum juga sembuh, lalu dia datang kepada Ghulam dengan membawa hadiah-hadiah yang banyak, ia berkata : "Jika kamu dapat menyembuhkan, maka seluruh permintaanmu akan kami penuhi." Ghulam menjawab : "Saya tidak dapat menyembuhkan, yang bisa menyembuhkan hanyalah Allah, kalau tuan mau beriman kepada Allah, maka saya akan berdo'a untuk kesembuhan tuan." Lalu ia beriman kepada Allah, setelah Ghulam berdo'a kepada Allah, seketika itu juga mata orang itu menjadi sembuh.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian orang itu mendatangi raja, lalu kagum kepadanya seraya bertanya : "Siapakah yang telah menyembuhkan matamu?" Ia menjawab : "Tuhanku." Raja bertanya : "Adakah Tuhan selain aku ?" Ia menjawab : "Tuhanku dan tuhan raja adalah Allah." Lalu raja memaksa ia meninggalkan kepercayaannya kepada Allah. Tetapi ia menolak. Maka raja menyiksanya dan terus menyiksanya hingga ia menunjukan bahwa yang telah menyembuhkan matanya adalah Ghulam. Kemudian raja memanggil Ghulam, lalu berkata kepadanya : "Wahai anakku, sihirmu telah melampaui batas hingga dapat menyembuhkan penyakit buta dan belang." Ia menjawab : "Saya tidak dapat menyembuhkan apa-apa, sesungguhnya yang dapat menyembuhkan hanyalah Allah." Maka raja menyiksa dan terus menyiksa hingga ia terpaksa menunjukkan sang Rahib, lalu raja memanggil Rahib dan memerintahkan kepadanya agar meninggalkan agamanya, tetapi ia menolak. Dan akhirnya Rahib digergaji hingga badannya belah menjadi dua.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu raja memerintahkan kepada orang yang telah sembuh dari butannya agar meninggalkan agamanya, tetapi ia menolak, maka iapun akhirnya digergaji seperti sang Rahib, kemudian giliran Ghulam diperintahkan untuk meninggalkan agamanya, tetapi iapun menolak, lalu raja memerintah tentara-tentaranya untuk membawa Ghulam keatas bukit dan kalau tetap menolak supaya dilemparkan. Lalu mereka berangkat dan ketika sampai di atas bukit Ghulam berdo'a : "Ya Allah, peliharalah saya dari kejahatan orang-orang ini." Tiba-tiba bukit ini bergoncang dan tentara-tentara itu jatuh dari atas bukit, mereka mati. Maka Ghulam berangkat menghadap raja, lalu ia ditanya oleh raja : "Kemana tentara-tentara yang tadi bersamamu ?" Ia menjawab : "Allah telah menyelamatkan saya dari kejahatan mereka." Lalu raja memerintahkan beberapa tentara lainnya untuk membawa Ghulam ke tengah laut dan bila masih tetap menolak untuk dilemparkan ketengah laut. Lalu mereka berangkat dan setelah mereka sampai di tengah laut, Ghulam berdo'a : "Ya Allah, peliharalah saya dari kejahatan orang-orang ini."  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba datanglah ombak besar hingga perahu terbalik dan mereka tenggelam semuanya, lalu Ghulam kembali menghadap raja, dan ia ditanya : "Kemana tentara-tentara yang membawamu tadi ?" Ia menjawab : "Allah telah melindungi kami dari kejahatan mereka, wahai raja engkau tidak akan bisa membunuh saya melainkan bila raja mau menuruti perintah saya." Lalu raja bertanya : "Apa perintahmu itu ? Ia menjawab : "Kumpulkan semua rakyat di alun-alun lalu salib saya pada sebuah tiang dan ambilah panahku. Kemudian panahlah aku sambil mengucapkan : Bismillahir Rabbil Ghulam (dengan nama Allah Tuhannya Ghulam), bila itu engkau lakukan maka engkau dapat membunuhku."  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka segeralah raja mengumpulkan semua rakyatnya di alun-alan, lalu ia menyalib Ghulam pada sebuah tiang. Kemudian ia memanahnya dengan panah Ghulam sambil membaca : Bismillahir Rabbil Ghulam, maka panah itu mengenai pelipis Ghulam dan mengucurkan darah segar dari pelipisnya. Lalu ia meletakkan tangannya di atas luka-lukanya, hingga ia mati. Tiba-tiba rakyat yang menyaksikan kejadian itu serentak mengucapkan : Amanna bi Rabbil Ghulam (kami beriman kepada Tuhannya Ghulam), sehingga kepercayaan kepada Allah merata kepada semua lapisan rakyat. Maka seorang pembantu raja berkata kepada raja : "Sesuatu yang tuan takuti kini benar-benar telah menjadi kenyataan, semua rakyat tuan telah beriman kepada Tuhannya Ghulam." Maka segeralah raja memerintahkan untuk membuat parit besar pada setiap persimpangan jalan, lalu dinyalakan api di dalamnya. Kemudian raja memerintahkan kepada pembantu-pembantunya untuk melemparkan ke dalam api tersebut siapa saja yang telah beriman kepada Tuhannya Ghulam. Maka diantara orang yang telah beriman yang dibakar itu terdapat seorang ibu yang menggendong bayi, ketika ia mau masuk ke dalam api itu ia menjadi maju mundur karena tak tega anaknya ikut terbakar, dalam keadaan itu tiba-tiba bayi itu dapat berbicara (menasehati ibunya) : "Wahai ibu, bersabarlah engkau karena engkau berada di pihak yang benar."  &lt;br /&gt;Sumber (Achmad Sunarto)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7816071609454516336-8514587281654463248?l=sulakhebad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulakhebad.blogspot.com/feeds/8514587281654463248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2009/03/karena-iman.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/8514587281654463248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/8514587281654463248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2009/03/karena-iman.html' title='Karena Iman'/><author><name>sulakhebad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480141754294701344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-Jy793vZUEYI/TlvGlP4GZOI/AAAAAAAAABc/YC32irfXd24/s220/264369_1996436988202_1161794080_31883478_416610_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7816071609454516336.post-6016640628072155797</id><published>2009-03-18T05:17:00.001-07:00</published><updated>2009-03-18T05:18:19.127-07:00</updated><title type='text'>PELAJARAN SANG KELEDAI</title><content type='html'>Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Sementara si petani, sang pemiliknya, memikirkan apa yang harus dilakukannya.Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna &lt;br /&gt;menolong si keledai. Ia mengajak tetangganya untuk membantu-nya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia meronta-ronta. Tetapi kemudian, ia menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang melihatnya.Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan.Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan&lt;br /&gt;itu, namun si keledai juga terus menguncangkan badannya dan kemudian melangkah naik. Si keledai akhirnya bisa meloncat dari sumur dan kemudian melarikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan:&lt;br /&gt;Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari "sumur" (kesedihan dan masalah) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita) dan melangkah naik dari "sumur" dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.&lt;br /&gt;Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari "sumur" yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah. Guncangkanlah hal-hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7816071609454516336-6016640628072155797?l=sulakhebad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulakhebad.blogspot.com/feeds/6016640628072155797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2009/03/pelajaran-sang-keledai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/6016640628072155797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/6016640628072155797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2009/03/pelajaran-sang-keledai.html' title='PELAJARAN SANG KELEDAI'/><author><name>sulakhebad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480141754294701344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-Jy793vZUEYI/TlvGlP4GZOI/AAAAAAAAABc/YC32irfXd24/s220/264369_1996436988202_1161794080_31883478_416610_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7816071609454516336.post-3828890222474199386</id><published>2009-03-18T05:15:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T05:16:17.205-07:00</updated><title type='text'>BATU KECIL</title><content type='html'>Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya.&lt;br /&gt;Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu&lt;br /&gt;lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang kedua pun memperoleh hasil yang sama. Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit, temannya menengadah ke atas? Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Seringkali Alloh melimpahi kita dengan rahmat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Karena itu, agar kita selalu mengingat&lt;br /&gt;kepadaNya, Alloh sering menjatuhkan "batu kecil" kepada kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7816071609454516336-3828890222474199386?l=sulakhebad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulakhebad.blogspot.com/feeds/3828890222474199386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2009/03/batu-kecil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/3828890222474199386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/3828890222474199386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2009/03/batu-kecil.html' title='BATU KECIL'/><author><name>sulakhebad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480141754294701344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-Jy793vZUEYI/TlvGlP4GZOI/AAAAAAAAABc/YC32irfXd24/s220/264369_1996436988202_1161794080_31883478_416610_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7816071609454516336.post-5388611093224218035</id><published>2009-03-18T05:01:00.001-07:00</published><updated>2009-03-18T05:11:17.414-07:00</updated><title type='text'>KISAH DARI GUNUNG   </title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CDATA5%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. "Aduhh!" jeritannya memecah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, "Aduhh!". Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, "Hei! Siapa kau?" Jawaban yang terdengar, "Hei! Siapa kau?" Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, "Pengecut kamu!" Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa. Ia bertanya kepada sang ayah, "Apa yang terjadi?" Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, "Anakku, coba perhatikan." Lelaki itu berkata keras, "Saya kagum padamu!" Suara di kejauhan menjawab, Saya kagum padamu!" Sekali lagi sang ayah berteriak "Kamu sang juara!" Suara itu menjawab, "Kamu sang juara!" Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah menjelaskan, "Suara itu adalah gema, tapi sesungguhnya itulah kehidupan." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu. Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, ya ciptakan cinta di dalam hatimu.Bila kamu menginginkan tim kerjamu punya kemampuan tinggi, ya tingkatkan kemampuan itu. Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Ingat, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7816071609454516336-5388611093224218035?l=sulakhebad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulakhebad.blogspot.com/feeds/5388611093224218035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2009/03/kisah-dari-gunung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/5388611093224218035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7816071609454516336/posts/default/5388611093224218035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulakhebad.blogspot.com/2009/03/kisah-dari-gunung.html' title='KISAH DARI GUNUNG   '/><author><name>sulakhebad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480141754294701344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-Jy793vZUEYI/TlvGlP4GZOI/AAAAAAAAABc/YC32irfXd24/s220/264369_1996436988202_1161794080_31883478_416610_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
